PIM NTB Siap Sinergikan Program dengan Dispar NTB
Mataram (netlombok.com)-Kolaborasi lintas lembaga antara Perempuan Indonesia Maju (PIM) NTB dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB mulai dirancang untuk mengakselerasi peran perempuan dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ruang baru bagi perempuan NTB untuk tampil sebagai motor penggerak inovasi daerah.
Dalam kunjungan silaturahmi ke Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, pada Jumat, 24 Oktober 2025, Ketua PIM NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan sektor strategis daerah, terutama pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi NTB.
“PIM NTB siap berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Dekranasda NTB. Kami ingin memastikan perempuan hadir bukan hanya sebagai pendukung, tapi juga pelaku utama dalam pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Diyah.
Ia menjelaskan, PIM NTB beranggotakan perempuan dari berbagai latar profesi — mulai dari pengusaha, politisi, dokter, akademisi, hingga pegiat sosial. Keberagaman ini menjadi kekuatan organisasi untuk melahirkan ide-ide inovatif yang bisa diterjemahkan dalam program pemberdayaan nyata.
“Kami ingin perempuan NTB tidak hanya menjadi penonton. Melalui sinergi ini, perempuan akan ikut berperan langsung menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sinergi Pemberdayaan Perempuan dan Wisata Berkelanjutan
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan organisasi seperti PIM NTB sangat penting dalam memperkuat aspek sosial dan pemberdayaan di sektor pariwisata yang kini tengah didorong menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Perempuan memiliki posisi strategis dalam ekosistem pariwisata, terutama dalam mengembangkan produk kreatif, kuliner, dan seni budaya lokal yang menjadi daya tarik wisata NTB. Karena itu, kami sangat terbuka untuk bekerja sama,” ujarnya.
Ahmad Nur menyebut, kehadiran PIM NTB dapat memperluas jangkauan program Dinas Pariwisata yang menyasar pelaku UMKM pariwisata dan industri kreatif. “Dengan dukungan jaringan perempuan PIM, promosi wisata bisa lebih kuat, apalagi jika dikolaborasikan dengan kegiatan berbasis komunitas dan budaya,” katanya.
Program Kolaboratif Segera Diluncurkan
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga mulai membahas sejumlah program bersama, seperti pelatihan peningkatan kapasitas pelaku UMKM pariwisata, pengembangan promosi digital, dan festival budaya berbasis peran perempuan. Seluruh kegiatan akan diarahkan untuk memperkuat branding NTB sebagai daerah wisata yang berdaya, kreatif, dan inklusif.
Ketua PIM NTB menambahkan, program kolaboratif ini akan menjadi agenda berkelanjutan setiap tahun. “Sinergi ini bukan kegiatan seremonial. Kami ingin memastikan ada program nyata yang berkelanjutan dan berdampak pada masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan organisasi perempuan, NTB diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovator perempuan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Perempuan NTB punya potensi besar. Dengan wadah yang tepat dan dukungan pemerintah, mereka bisa menjadi ujung tombak kemajuan daerah,” tutup Diyah optimistis.(DLN)



