Kasus Pembacokan di Udayana Mataram Viral, 10 Remaja Diamankan Polisi

Mataram (ekbisntb.com)-Kasus pembacokan yang menyebabkan tiga remaja mengalami kondisi kritis di kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Tim Unit Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram bergerak cepat dan mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Polisi masih memeriksa para remaja tersebut untuk mendalami keterlibatan mereka dalam insiden yang terjadi pada Minggu dini hari. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, penangkapan itu melibatkan tim gabungan dari URC Satreskrim Polresta Mataram, Jatanras Polda NTB, Unit Reskrim Polsek Ampenan, dan Unit Reskrim Polsek Selaparang.
“Untuk sementara, kami telah mengamankan 10 orang anak-anak yang melakukan kegiatan mengganggu aktivitas masyarakat. Saat ini, mereka masih kami interogasi untuk pendalaman lebih lanjut,” kata Dharma, Selasa (27/10).
Dalam penanganan kasus ini, polisi turut mengamankan dua senjata tajam. Petugas juga masih melakukan penggeledahan dan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Menurut Dharma, penyidik belum menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Tim di lapangan masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri sejumlah lokasi untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman dan penyisiran di lapangan. Dimungkinkan ada pelaku-pelaku lainnya,” ujarnya.
Polisi juga mendalami dugaan lokasi penyimpanan senjata maupun tempat yang disebut sebagai safe house kelompok tersebut.
Dharma mengungkapkan, orang-orang yang diamankan memiliki rentang usia cukup beragam, mulai dari 14, 15, 17, hingga 21 tahun. Karena sebagian di antaranya masih berusia anak, pemeriksaan turut melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram.
Penyidik masih memeriksa mereka secara intensif untuk memastikan peran masing-masing dalam peristiwa tersebut. Hingga pemeriksaan selesai, polisi belum menyampaikan secara terperinci siapa saja yang diduga melakukan pembacokan terhadap tiga korban.
Di tengah beredarnya informasi di media sosial, polisi juga menjelaskan adanya peristiwa berbeda di beberapa titik Kota Mataram.
Dharma menyebut kejadian di kawasan Udayana dan depan Boksies, wilayah Punia, menjadi bagian dari pendalaman petugas. Sementara itu, insiden di depan Episentrum, menurut penjelasannya, merupakan kejadian sejumlah remaja yang terjatuh dari sepeda motor, bukan peristiwa seperti yang terjadi di Punia.
Polisi masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan hubungan antara kejadian-kejadian tersebut.
Penanganan kasus ini berlanjut dengan pemeriksaan terhadap 10 orang yang diamankan, penyitaan barang bukti, serta penyisiran di sejumlah lokasi. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rangkaian kejadian yang meresahkan warga Kota Mataram.(red)



