Ekonomi

NTB Penuhi Kebutuhan Tiga Daerah Defisit Beras 

Lombok (netlombok)-

NTB dikenal sebagai daerah lumbung pangan, karena pasokan beras NTB surplus. Bahkan NTB memenuhi kebutuhan daerah yang defisit beras, seperti di NTT, Bali dan Sulawesi Utara pada 2023 ini. Sampai dengan saat ini dari Bulog NTB telah menyalurkan sebanyak 5000 ton lebih beras ke tiga daerah tersebut.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB David Susanto mengatakan sekarang ini Bulog NTB kembali di minta pusat untuk move beras ke beberapa daerah. Yaitu ke NTT, Bali, Sulawesi Utara. Hingga kini penyalurannya sedang berjalan ketiga daerah tersebut.

“Kalau yang ke NTT 1600 ton masih proses jalan, terus di lanjut lagi 3000 ton, jadi kurang lebih 4600 ton yang masih jalan. Sulawesi Utara 1500 ton, Bali masih proses jalan 400 ton, nanti di lanjut 2000 ton lagi, jadi 2400 ton bertahap kearah kesana,” ujar David Susanto, Jum’at (5/5/2023).

Penyaluran ke daerah-daerah defisit selalu dilakukan, tidak hanya tiga daerah tersebut. Bahkan di 2022 lalu, Bulog NTB juga move beras NTB ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Karena di daerah tersebut tengah mengalami defisit persediaan beras dan daerah sekitar yang biasanya menyalurkan belum memasuki masa panen. Sehingga meminta dari NTB.

“Bukan hanya ini saja, tahun kemarin kita pernah move ke Kalimantan Tengah dan Selatan, untuk beberapa waktu yang lalu.  Untuk sekarang total yang sudah kita move ketiga daerah tersebut kurang lebih 5000 ton lebih,” terangnya.

David menyebutkan bahwa move ini untuk memenuhi kebutuhan daerah yang defisit. Sehingga tidak ada target yang ditetapkan pusat berapa banyak beras disalurkan ke daerah yang defisit. Dimana Bulog NTB dipercaya oleh pusat untuk menyalurkan beras, karena kondisi stok beras di NTB terbilang aman. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah.

“Stok aman meskipun dikirim keluar, apalagi daerah sini dianggap sebagai daerah sentral produksi. Secara persentase kita itu urutan ke empat (untuk serapan, red) secara nasional,” ujarnya.

Untuk target serapan beras tahun ini saja sebanyak 155 ribu ton. Dimana Ymyang sudah terealisasi 44 ribu ton dan ini masih berlangsung masa panen, seperti di Sumbawa itu saat ini tengah panen raya.

“Masih realistis targetnya 155 ribu ton, memang ada kendala awal tahun ini karena banyak gabahnya yang keluar pulau. Kami berharap, beras silahkan dijual kemana saja. Tapi jangan gabahnya, untuk kita berharap ada regulasi pemerintah untuk mencegah itu,” imbuhnya. (DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button