Puluhan UMKM NTB Dilatih Manajemen Keuangan dan Pengenalan SDGs Linked Loan
Lombok (netlombok)-
UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) dan UNEP (United Nations Environment Programme) di Lombok, Nusa Tenggara Barat melalui ASSIST (Accelerating SDGs Investment in Indonesia) program bersama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memfasilitasi serangkaian pelatihan manajemen keuangan dan pengenalan SDGs Linked Loan sebagai langkah penting dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Pelatihan diberikan kepada puluhan peserta pelaku UKM yang berasal dari berbagai sektor antara lain budidaya perikanan, pertanian pangan, perhiasan dan tekstil.
Inisiatif ini, kata Koordinator Program, Zulkifli , bertujuan untuk membekali UMKM dengan pengetahuan dan instrumen yang diperlukan untuk meningkatkan praktik pengelolaan keuangan mereka sembari menyelaraskannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
Sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, UMKM memberikan kontribusi yang signififikan terhadap lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Namun, UMKM seringkali menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan yang terjangkau dan terkendala dengan pengelolaan keuangan yang efektif.
Menyadari hal ini, pelatihan manajemen keuangan yang komprehensif dirancang untuk
mengatasi kesenjangan pengetahuan yang mungkin dimiliki UMKM di berbagai bidang keuangan, termasuk penganggaran, manajemen arus kas, perencanaan keuangan, dan strategi investasi.
Peserta diharapkan mendapat manfaat dari sesi interaktif oleh para ahli yang berbagi wawasan dan praktik baik untuk pengelolaan keuangan yang efektif.
Selain itu, program ini memperkenalkan UMKM dengan konsep SDGs Linked Loan, yang menyelaraskan aktivitas pinjaman mereka dengan SDGs yang diakui secara global.
Dengan mengadopsi pendekatan ini, UMKM dapat mengakses opsi pembiayaan yang menguntungkan yang dirancang khusus untuk mendukung UMKM yang berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pinjaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti meningkatkan efifisiensi energi, meningkatkan keberlanjutan rantai pasokan, mempromosikan kesetaraan gender, atau mengurangi dampak lingkungan.
“Kami percaya bahwa mendukung UMKM sangat penting untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pencapaian SDGs. Dengan memberikan pelatihan manajemen keuangan dan memperkenalkan SDGs Linked Loans, UKM akan mendapatkan pengetahuan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka,” ujar Ahmad Masyhuri, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB saat membuka pelatihan ini di PLUT KUMKM NTB.
Pelatihan dilaksanakan tanggal 16-17 Mei 2023. Melalui inisiatif ini, UKM akan memperoleh keterampilan keuangan yang berharga dan akses ke solusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Dengan merangkul praktik berkelanjutan dan menyelaraskan aktivitas mereka dengan SDGs, UKM dapat memposisikan diri sebagai bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan berkontribusi pada kesejahteraan jangka panjang di tengah masyarakat dan lingkungan mereka.
“Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu tindak lanjut dari kegiatan Diagnostic Study (DS) yang dilakukan sebelumnya oleh tenaga ahli UNIDO. Dimana sebagian besar UMKM menganggap pentingnya pelatihan keuangan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemilik UMKM dalam menentukan harga produk yang dihasilkan beserta menganalisa biaya produksi, arus kas dalam kegiatan bisnis mereka,” imbuh Zulkifli.
Program pelatihan manajemen keuangan dan pengenalan SDGs Linked Loan untuk UMKM akan dilanjutkan di berbagai kota di Indonesia, untuk memastikan aksesibilitas yang luas dan dampak maksimal secara ekonomi dan lingkungan untuk mencapai pembangunan industri yang berkelanjutan di Indonesia.(DLN)



