Sate Rembiga dan Ayam Rarang Goyang Lidah Tayang E-Katalog setelah Lulus Sertifikasi TKDN

Lombok (netlombok) –
Dalam upaya meningkatkan daya saing dan kontribusi industri lokal, Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menggelar Kegiatan Sosialisasi Penerapan Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan SIINas, serta Bimbingan Teknis Pengisian dan Optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri SIINas bagi Industri Kecil Menengah (IKM) NTB, berhasil dilaksanakan dari tanggal 2 hingga 4 Agustus di Fave Hotel Mataram.
Dalam rangka mendukung pertumbuhan industri lokal, acara ini memberikan peluang bagi peserta untuk memahami lebih dalam mengenai pentingnya penerapan kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta penggunaan sistem informasi industri nasional (SIINas).
Melalui bimbingan teknis tentang pengisian dan optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam SIINas, para peserta diajak untuk menggali potensi dalam mengoptimalkan penggunaan komponen lokal dalam proses produksi.
Dalam kegiatan Bimtek ini, IKM Sate Rembiga dan Ayam Rarang Goyang Lidah berhasil mendapatkan sertifikat TKDN dengan perolehan sebesar 40%. Juga IKM Ayam Rarang yang sedang menyusul dalam proses verifikasi sertifikasi TKDN oleh Kementerian.
Ini menunjukkan kesungguhan dan kemampuan para pelaku IKM dalam memenuhi persyaratan dan mendapatkan pengakuan atas penggunaan komponen dalam negeri dalam produknya.
Hali ini juga menunjukkan Kementerian Perindustrian RI memberikan dukungan dan kemudahan bagi pelaku IKM dalam memperoleh sertifikasi TKDN. Proses verifikasi sertifikasi TKDN yang dapat diselesaikan dalam maksimal 5 hari kerja memperlihatkan komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas yang mempermudah pelaku IKM.
Pemerintah Provinsi NTB berharap agar kedepannya lebih optimis, semakin banyak pelaku IKM di NTB yang berhasil memperoleh sertifikat TKDN, sehingga dapat secara aktif mendukung pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa lokal.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam mendorong sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, menciptakan ekosistem yang kuat bagi pertumbuhan industri lokal, serta berkontribusi dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.(MDE)



