Pendidikan

Cerita Wanita Kembar Tiga Asal Lantan Raih Beasiswa NTB ke Polandia dan Malaysia

Lombok (netlombok) –

Sri Trisna Dewi adalah salah satu alumni Beasiswa NTB, bersama dua saudara kembarnya, lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini bangga dengan program 1.000 Cendekia Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang diperolehnya dan berharap terus berlanjut.

“Saya angkatan Pertama Beasiswa NTB,” kata  Tiwi sapaan Sri Trisna Dewi di acara Jumpa Zul Rohmi Gebyar Beasiswa NTB di lapangan Sangkareang Kantor Gubernur, Senin (20/3/2023).

Anak kembar tiga kelahiran Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah ini merupakan wanita pertama dari desa Lantan di kaki Gunung Rinjani yang telah mampu menyelesaikan studi jenjang strata dua, diluar negeri.

“Kami wanita pertama dari desa Lantan yang mampu menyelesaikan studi jenjang S-2 di desa ini, bahkan mampu kuliah hingga keluar negeri,”ujarnya.

Pengalamannya ke Malaysia sangat luar biasa. Apalagi bagi warga desa yang tinggal pelosok kaki gunung Rinjani. Memiliki kesempatan untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis, merupakan hal yang sungguh luar biasa.

Selain dirinya, saudara kembarnya Sri Trisna Yanti memperoleh beasiswa ke Polandia dan Sri Trisna Wati memperoleh beasiswa ke Malaysia bersamanya.

Setelah selesai menempuh jenjang S-2 dari luar negeri, ketiga saudara kembar ini, berkiprah membangun desanya bersama pemuda dan pemerintah desa, untuk membangun potensi wisata desa Lantan.

Untuk itu, ia berharap Program beasiswa untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis yang di gagas Gubernur NTB, Dr, H. Zulkieflimansyah dan Wakilnya, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah terus dilanjutkan. Karena beasiswa untuk pendidikan merupakan investasi jangka panjang.

“Pendidikan ini investasi jangka panjang, yang tidak langsung dapat dilihat seperti bangunan, gedung-gedung, fasilitas, “ujarnya.

Ia mengaku bahwa, jarang sekali pemimpin yang ingin menginvestasikan pendidikan. Apalagi menurutnya, bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Tidak langsung dirasakan atau dilihat manfaatnya,seperti investasi fisik atau pembangunan.

Namun ia yakin, apabila pemuda-pemudi dari pelosok-pelosok desa diberikan kesempatan, untuk belajar ke luar negeri, dapat membuka cara berpikir akan luasnya cakrawala dunia.

“Saya bersama pemuda-pemudi lainnya,menyampaikan  ucapan terikamsih banyak, dan program beasiswa ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda-pemudi untuk belajar keluar negeri,”tutupnya.(YFA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button