Disperin NTB Optimis Tingkatkan PDRB Melalui IKM Naik Kelas
Lombok (netlombok)-
Target RPJMD terkait pertumbuhan industri tercapai pada tahun 2022 dengan target 7.5% dan realisasi sebesar 7.55%. K Share sektor industri terhadap total PDRB NTB berada di angka 3,76% pada tahun 2022 dengan jumlah PDRB atas dasar harga berlaku adalah Rp5.9 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan adalah Rp4.5 triliun.
Lalu pertumbuhan industri relatif stabil di tengah goncangan ekonomi global yang fluktuatif baik karena COVID-19 maupun resesi ekonomi dunia. Meski akhir tahun 2022 ada kontraksi karena menurunya produksi tembakau, tetapi kembali naik signifikan pada triwulan pertama tahun 2023 di angka 3,26%
Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM., saat melakukan kunjungannya ke Dinas Perindustrian, Jumat (26/5/23) menegaskan untuk meningkatkan share sektor industri terhadap PDRB tahun 2024 – 2026 yg telah di tetapkan Bappeda NTB, yakni diatas 8%, meski itu berat.
Strategi peningkatan share sektor industri tersebut idealnya dibarengi dengan adanya kawasan industri sebagai infrastruktur bentangan karpet merah bagi investor masuk ke NTB.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti menyampaikan NTB HIP (Halal Industrial Park/Kawasan Industri Halal) sebagai kawasan industri bagi IKM naik kelas akan berjalan mulai tahun 2026.
“Alhamdulillah Kawasan NTB Industrial Park on progress serta akan berjalan mulai tahun 2026. Strategi lainnya adalah dengan meningkatkan produktivitas industri makan minum, industri kerajinan dan industri textil/tenun (muslim fashion industri) dan produk turunannya serta industri kosmetik, farmasi herbal,” tuturnya.
Hal ini menurut Nuryanti sejalan dengan 3 ikon industri NTB yang sudah on the track, dan kick of mass production nya nanti pada even perdana Limoof yang akan menjadi even tahunan pemprov NTB serta tanggal 6 – 9 Juli 2023 sebagai post even MXGP Sumbawa Lombok.
Nuryanti juga menambah keberadaan smelter yang akan beroperasi tahun 2024 semester ke-2 juga menjadi pendongkrak tercapai nya target share industri terhadap PDRB. Geliat ekonomi lokal berbasis IKM juga akan berdampak signifikan. Pekerja dalam sektor tambang diperkirakan sejumlah 15.000-20.000 orang akan menjadi pasar potensial bagi IKM NTB.(DLN)



