Ekonomi

Meski Sudah Pakai Aplikasi, Pelanggan Masih Senang Pesanan Taksi Secara Manual

Mataram (netlombok)-

Pesanan taksi di Lombok, Nusa Tenggara Barat via aplikasi belum tumbuh progresif. Masyarakat masih senang menggunakan cara konvensional, menelepon operator.

Ditengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, seyogyanya sejalan dengan pemanfaatan teknologi untuk seluruh sisi kebutuhan, tanpa terkecuali untuk kebutuhan pemesanan jasa transportasi umum.

Manajer Pool Lombok Taksi, Amir Muslim,SH di Mataram, mengatakan, tren pemesanan taksi via aplikasi trennya memang naik setiap bulan. Namun kenaikannya lambat.

“Sekarang sudah 20 persen, dari sebelumnya hanya 10 persen. 80 persennya masih konvensional, pesanannya lewat telephone,” ujarnya.

Itupun, pemesanan taksi via aplikasi di gadget ini umumnya tamu-tamu luar yang sedang berkunjung ke NTB. Dari 20 persen pesanan melalui aplikasi itupun, sekitar 75 persen adalah tamu luar. Padahal, operator taksi terbesar di Indonesia ini sudah bekerjasama dengan sejumlah platform untuk pemesanan taksi.

“bisa dari aplikasi MyBluebird, dari GoCar bisa dari Traveloka, dari BCA bisa, dari Shopie bisa. Banyak pilihan untuk menggunakan layanan aplikasi,” ujarnya.

Masih rendahnya pesanan taksi dengan perangkat teknologi ini, imbuh Amir, bisa jadi karena faktor masih rendahnya penggunaan internet.

Karena itu, untuk tetap mempermudah pemesanan armada Lombok Taksi (Blue Bird) Group, menurutnya sudah ada kanal layanan pesanan yang disediakan melalui WhatsApp : 085954627000.

“Makanya seperti teknologi digital tidak berlaku di Lombok, kalau dibandingkan dengan daerah tetangga, di Bali misalnya. Semua layanan sudah melekat dengan teknologi digital. Makanya di kami, Lombok ini agak beda dengan pool-pool lainnya di Indonesia,” imbuhnya.

Amir menambahkan, seluruh armada di Lombok Taksi sudah terkoneksi langsung dengan aplikasi, bahkan pengemudi-pengemudi Lombok Taksi menggunakan dua ponsel untuk melayani pesanan secara digital. Jumlah armada saat ini sebanyak 225 unit. Baik sedan, maupun transmover.

Sejak dinyatakan pandemic Covid-19 berakhir, aktivitas masyarakat mulai menggeliat. Pergerakan aktivitas ini juga dapat dipotret dari pesanan jumlah penumpang taksi yang terus mengalami kenaikan.

“Meskipun pulihnya juga belum seperti Bali, tapi sudah mulai menggeliat sektor pariwisata kita,” ujar Amir.

Sementara ini kantong-kantong pesanan taksi masih terpusat di Kota Mataram, dan Senggigi, Lombok Barat.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button