Ekonomi

Perajin Logam Sudah Bisa Membuat Pagar Rumah Motif Tenun Lombok

Mataram (netlombok)-

Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) NTB sudah berhasil membuat mesin pembuat mesin. Artinya, kemampuan IKM NTB tak kalah dengan IKM-IKM di daerah lain di Indonesia.

 Iwan Irawan, Sekjen Asosiasi Perajin Logam (Aspel) Provinsi NTB menyebut, dengan mesin pembuat mesin yang disebut CNC ini, IKM NTB sudah bisa membuat permesinan apapun yang berkaitan dengan logam.

Sebagaimana diketahui, mesin CNC (Computer Numerical Control) adalah sebuah mesin yang digunakan dalam Industri Manufaktur untuk menghasilkan komponen untuk Sektor Teknik dalam jumlah besar dengan cepat. Seperti nama dari CNC sendiri, setiap pengerjaan dari CNC menggunakan sistem komputer yang telah terbentuk dengan baik hingga menghasilkan barang yang sesuai dengan presisi.

Misalkan, pada pembuatan benda atau part-part seperti mur, baut, sekrup dan lain sebagainya. Ada ukuran paten atau presisi yang harus digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan mesin CNC, maka komputer akan dengan mudah mengontrol peralatan mesin dalam memotong atau mengebor berbagai material. Sehingga, hasil yang dicapai pun akan sesuai dengan ukuran presisi tersebut. Pengerjaan menggunakan CNC juga tentu lebih menguntungkan dari pada pengerjaan dengan tenaga manusia secara manual.

“Dengan CNC ini teman – teman IKM sudah bisa membuat apa saja. Tergantung pesanan,” kata Iwan, pada Suara NTB, Kamis (27/7/2023).

Iwan menambahkan, dengan mesin karya IKM ini, salah satu produk kerajinan logam yang sudah dihasilkan adalah, pagar besi motif batik.

“Ada pesanan untuk membuat pagar dengan batik motif subhanala. Mau motif apapun batiknya, bisa dibuat. CNC ini bisa membaca gambar. Tinggal kita masukkan gambar, mesinnya yang mencetak langsung motifnya,” terangnya.

Selain itu, Aspel mendapat bantuan CNC dari Kementerian Perindustrian. Dengan CNC ini, IKM sudah bisa membuat bak mesin motor. Iwan mengatakan, tinggal tergantung pesanan. Karena salah satu persoalan yang dihadapi IKM saat ini adalah pasar.

“Mesin-mesin teknologi besar juga sudah bisa dibuat. Cuma, produk-produk besar tidak bisa langsung. Lakunya musiman, modal besar bisa mengendap. Karena itu, Aspel mendorong anggota untuk memproduksi produk-produk kecil yang cepat laku. Misalnya pot bunga dari logal, pagar, trali, dan sejeninya,” imbuhnya.

Iwan menambahkan, persoalan lain adalah, gempuran aneka produk dari luar, khususnya dari China yang sudah menggerogoti pangsa pasar. Karena itu, agar IKM ini mampu eksis, tidak ada lain yang diharapkan selain poleci kebijakan dari pemerintah. Yaitu dengan tetap menggaungkan bela beli produk lokal.

“Tidak ada lain, pemerintah yang bisa membantu. Kebutuhan-kebutuhan pemerintah agar diberikan ruang bagi IKM lokal yang memenuhinya,” demikian Iwan.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button