News

Dukung Wisata Hijau, Bank Sampah Induk Akan Segara Dibangun di Lombok Utara

Lombok Utara (netlombok)-
Rencana pembangunan Bank sampah induk akan  dibangun pada tahun ini yang berlokasi di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara untuk mendukung destinasi wisata hijau yang ada di wilayah tersebut.

Seperti diketahui, pembangunan bank sampah induk tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan harapan dapat mengurai sampah dan menampung sampah dari sumber sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara Rusdianto mengatakan, bank sampah induk yang akan bangun tahun ini dari Kementerian LHK. Nantinya bank sampah induk itu sama prinsipnya seperti tempat mengelola sampahnya seperti TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). “Tidak hanya ditampung sementara, kita harapkan disitu ada pemilihan dan pengolahannya. Bank sampah induk ini anggaran pembangunannya dari dana DAK, sekitar dari setengah miliar,” ujarnya kemarin.

Nantinya pengelolaan bank sampah induk ini dikerjakan secara swakelola dan akan dibangun diatas lahan milik Pemda (Pemerintah Daerah). “Kalau pemda tidak punya lahan, maka kewajiban desa untuk mencari lahan yang lahan itu dihibahkan ke pemda, karena pusat tidak akan memberikan bantuan kalau tidak ada lahan yang dimiliki oleh pemda, itu salah satu syarat,” terangnya.

Untuk mulai proses pembangunan bank sampah induk ini, diharapkan bisa mulai di Juni 2024. Prosesnya itu mulai proses sosialisasi, pembentukan kelompok. Nantinya ada kelompok yang mengerjainya dan kelompok yang memanfaatkan. Itu nanti kelompoknya dipilih oleh desa, desa Malaka dipilih karena lokasinya dekat dan kedua sudah beberapa tahun lalu kepala desa mengusulkan untuk ada sarana pengolahan sampah. “Tahun ini kita sudah disetujui di pusat terkait dengan usulan yang kita ajukan, lalu realisasi bantuannya tahun ini,” ucapnya.

Desa Malaka dipilih sebagai tempat pembangunan bank sampah induk ini, karena desa tersebut juga sebagai destinasi wisata. Artinya kebersihan lingkungan harus dijaga, agar wisatawan yang datang pun merasa nyaman. “Tentunya kebersihan lingkungan di sana menjadi  perhatian yang harus kita prioritaskan sebagai lokasi tempat untuk pengolahan sampahnya,” jelasnya.

Sebagai informasi, pembangunan bank sampah induk bantuan dari Kementerian LHK ini sudah dilakukan di beberapa wilayah di NTB, seperti di kota Bima. Bahkan sudah mulai beroperasional bank sampah induk tersebut dengan harapan memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat. (GYM/NL)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button