20 Kapal Penyeberangan Kayangan-Pototano Sudah Berstandar CHSE
Mataram (netlombok)-
Upaya Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk mendorong seluruh moda transportasi yang melayani masyarakar agar memenuhi standar akhirnya terealisasi. Sebanyak 20 kapal, dari 27 kapal yang melayani penyeberangan selat alas (Kayangan-Pototano) dianggap sudah memenuhi standar dan diberikan sertifikat CHSE (CHSE adalah Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan).
Sertifikat CHSE diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Faozal, kepada stakeholder operator kapal di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Senin (7/8/2023).
Dalam kesempatan ini, Hj. Rohmi menekankan, jangan pernah meremehkan peran transportasi. Transportasi menurut Wagub adalah jantung dari perekonomian.
“Mau darat, laut , udara , betul betyl jantung dari perekonomian. Kita mau ekonomi tumbuh, kita mau wisatawan kita makin banyak, kita mau orang datang ke NTB makin banyak, pintu masuknya adalah bagaimana kita menyiapkan transportasi yang aman dan nyaman,” jelas Wagub.
Bicara CHSE, menurut pandangannya, tidak lepas dari pro aktif Dinas Perhubungan Provinsi NTB dengan seluruh stakeholders perhubungan. CHSE biasanya berkaitan dengan pariwisata langsung untuk meyakinkan seluruh destinasi wisata di NTB terstandar kebersihannya, keamanannya, lingkungannya.
“bagaimana kita mau mengharapkan menjadi destsinasi wisata kelas dunia, tidak bisa kalau lingkungannya rusak. Kalau tidak dikelola dengan baik. Dishub ini faham betul, banyak elemen di Dishub ini yang harus masuk CHSE ini, terutama transportasi,” ujarnya.
“Dulu saya naik kapal laut itu trauma, sekarang naik kapal laut enjoy. Itulah bedanya. Inilah yang harus dirasakan oleh Masyarakat kita (konsumen),” ungkapnya.
Ia sangat berharap, semua element, agar tidak penerapan CHSE hanya di lintas Kayangan-Pototano saja. Demikian juga di lintas penyeberangan Lembar-Padang Bai, agar kapal-kapal yang melayani penumpang harus berstandar CHSE.
“Karena ini pintu masuk kita. Kita tidak bisa memilih, ini wisatawan harus masuk lewat sini, kan nggak bisa. Jadi semua pintu masuk kita harus berstandar. Inilah jadi PR besar kita bersama. Tapi progresnya luar biasa, kita bersyukur. Apalagi ini ujung jabatan saya bersama pak gub, sepertinya ini jadi kado buat saya. Apa yang kita perjuangkan, customer service, pelayanan kepada seluruh Masyarakat yang sudah kita perjuangkan sudah mendapatkan hasilnya,” kata Wagub berseloroh.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Faozal menyampaikan,tersisa 7 kapal yang diminta agar serius mengurus syarat untuk mendapatkan sertifikat CHSE.
“Kita dorong (7 kapal), kalau tidak, kita tidak berikan reward nyisip, atau jadwal tambahan,” katanya.(DLN)



