NTB Bidik Penghargaan IGA 2025, ROSSI Mandalika dan Kurma Sacha Inchi Disorot Tim Penilai

Mataram (Netlombok) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) makin serius dalam pertarungan Innovative Government Award (IGA) 2025. Tim penilai IGA dari pusat hari ini melakukan verifikasi lapangan terhadap dua inovasi unggulan NTB yang dinilai memiliki dampak signifikan, yakni ROSSI (Rekonstitusi Obat Oral dan Injeksi) Mandalika di sektor kesehatan dan Tumpangsari Kurma dengan Kacang Sacha Inchi di sektor pertanian.
Verifikasi dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Yogi Suwarno dari Lembaga Administrasi Negara RI, didampingi Nuril Fikri Aulia dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri. Prosesnya meliputi wawancara mendalam dan penggalian data untuk mengukur efektivitas dan potensi replikasi inovasi.
Inovasi ROSSI, yang dikembangkan di RS Mandalika, mendapat apresiasi tinggi dari tim IGA. Yogi Suwarno menilai inovasi ini sebagai terobosan penting yang wajib direplikasi di daerah lain.”Inovasi ini sangat bagus dan perlu diterapkan secara cepat karena berkaitan langsung dengan keamanan dan ketepatan pemberian obat kepada pasien. Ke depan, kami berharap inovasi ini dapat direplikasi di rumah sakit lainnya,” ujar Yogi Suwarno, Rabu (19/11).
ROSSI merupakan sistem terintegrasi berbasis teknologi informasi yang dirancang untuk mempercepat pelayanan dan meningkatkan akurasi dosis obat, sekaligus meminimalkan medication error (kesalahan pemberian obat). Inovasi ini dianggap sejalan dengan agenda Transformasi Digital Kesehatan NTB yang berfokus pada keselamatan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit.
Setelah meninjau sektor kesehatan, tim IGA melanjutkan verifikasi ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk melihat langsung inovasi pertanian Tumpangsari Kurma dengan Kacang Sacha Inchi.Tim penilai menyampaikan kesan positif terhadap pengembangan perkebunan kurma di KLU. Terlebih potensi pertanian kurma di wilayah tersebut sangat menjanjikan.
”Potensi pertanian kurma di KLU sangat menjanjikan dan berpeluang menjadi produk unggulan NTB bahkan Indonesia,” ungkapnya.
Untuk memperkuat inovasi ini, saat ini tengah berlangsung kolaborasi riset strategis yang melibatkan perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta sejumlah profesor ahli dari BRIN. “Kami menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab KLU dan Pemprov NTB untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan petani lokal,” imbuhnya.
Dua inovasi yang sedang dinilai ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan, baik dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maupun dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui penguatan sektor pertanian kurma. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB optimistis inovasi-inovasi ini akan menjadi kunci pendorong tercapainya visi NTB Maju, Makmur, dan Mendunia. (R)



