Politik

Ini Kata Ketua IWAPI NTB, Kenapa Perempuan Harus Ikut Nyaleg

Lombok (netlombok)-

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB mendorong kepada para perempuan, terutama perempuan pengusaha untuk tampil dalan kontestasi politik tahun 2024 nanti.

Mengapa? terjun ke dunia politik tidak harus dilakoni oleh kaum pria. Namun kaum perempuan juga memiliki hak yang sama untuk berkiprah dikancah politik.

Pemilu Serentak 2024 juga menjadi panggung bagi perempuan terlibat secara aktif dalam kontestasi politik baik ditingkat pusat, provinsi dan kabupaten kota. Perempuan-perempuan yang selama ini bergelut dengan dunia usaha bahkan juga punya andil untuk berkompetisi meraih simpati pemilih.

Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH, Ketua IWAPI Provinsi NTB menyampaikan perspektif pengusaha perempuan tentang politik.

“Kenapa saya dan teman-teman perempuan pengusaha yang ingin ikut terjun ke politik, agar jangan sampai regulasi-regulasi yang dibuat oleh teman-teman didewan itu tidak mengakomodir kepentingan pengusaha, terutama perempuan pengusaha,” ujarnya, Kamis (4/5/2023).

“Kalau nantinya perempuan pengusaha ada di dalam dewan, artinya suaranya bisa menyumbangkan pemikiran untuk kebijakan-kebijakan terkait.  Regulasinya, kemudian juga bisa mengetahui kepentingan-kepentingan kita (pegusaha perempuan-red). Sehingga partai politik memberikan keleluasaan kepada para perempuan untuk bisa menjadi calon anggota legislative,” sambungnya.

Mantan anggota DPD RI ini mengakui, para perempuan yang tampil di kancah politik harus pintar dalam artian pintar berdiskusi, bernegosiasi, pintar memberikan pandangan dan pendapat terhadap hal-hal yang perempuan inginkan.

Anggota Legislatif di DPRD NTB saat ini hanya memiliki satu wakil perempuan yang duduk di unsur pimpinan yakni Ketua DPRD NTB. Hal ini belum berbanding lurus dengan jumlah kaum perempuan yang ada di NTB.

Sehingga kedepan pada tahun 2024 mendatang akan semakin banyak perempuan-perempuan yang duduk sebagai wakil rakyat di Udayana.

“Di DPRD NTB ada satu orang perempuan. Itukan sangat kecil sekali persentasenya diantara anggota dewan lainnya dari kaum laki-laki. Jadi kita harapkan kedepannya dan mudah-mudahan lebih banyak lagi para perempuan yang bisa terjun dan menjadi anggota legislative,” imbuhnya.

Saat ini lanjutnya sudah cukup banyak kaum perempuan yang ambil bagian untuk tampil dan bersaing menjadi anggota dewan baik ditingkat pusat, provinsi dan kabupaten kota di NTB. Keberadaan kaum perempuan ini tidak hanya 30 persen keterwakilan di partai politik tapi juga merata menjadi calon anggota dewan.

Keterlibatan para perempuan dalam kompetisi Pemilu Serentak 2024 mendatang dari beragam profesi diharapkan akan memberikan warna tersendiri mengingat perempuan juga memiliki peran yang sama dalam membangun daerah.

Ratu Ganefi menambahkan, entrepreneurship harus masuk dalam sistem perpolitikan di daerah, maupun di tingkat nasional. agar kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah lebih berpihak pada upaya meningkatkan jumlah pengusaha di daerah maupun nasional.

“Negara yang maju itu harus memiliki jumlah pengusaha idel, minimal 3 persen dari populasi. Kita masih jauh dari standar ideal itu,” demikian Ganefi.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button