Politik

Perjuangkan Beban Rumah Tangga, Srikandi Perindo di NTB Kawal Pergerakan Harga Bahan Pokok

Mataram (netlombok)-
Sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir ini. Jika kenaikan harga ini akan terjadi terus menerus, akan sangat memberatkan bagi rumah tangga, apalagi bagi mereka yang tidak mengalami kenaikan pendapatan, terlebih lagi yang tidak memiliki pendapatan tetap.
Politisi – politisi perempuan dari Partai Perindo di Nusa Tenggara Barat dan Kota Mataram memberikan perhatian khusus pada hal ini. Untuk memantau langsung perkembangan harga – harga kebutuhan di pasaran, sejumlah perempuan politisi Partai Perindo melakukan blusukan di pasar tradisional di Kota Mataram.
Ketua Perempuan Perindo NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH mengatakan, para Srikandi Perindo pulau Lombok mengecek harga di pasar percontohan besar di Kota Mataram sejak akhir tahun 2023, sebelum pergantian tahun.
“Karena biasanya dalam pergantian tahun bahan baku agak sulit, terlebih dengan cuaca sekarang ini. Ini masih momen tahun baru. Kemudian apakah barang tersebut tersedia atau tidak, begitu juga dengan harganya masih naik atau sudah normal. Dan memang harga kelihatan naik tapi tidak terlalu signifikan terutama bawang merah, bawang putih dan sayur-sayuran,” ujarnya di Mataram, Rabu (3/1/2024).
Sejumlah kebutuhan bapok salah satunya di Pasar Mandalika berdasarkan hasil pantauan para srikandi partai Perindo ini, diketahui banyak sayur- sayuran yang tersedia datang dari luar provinsi NTB, seperti dari Bali dan Jawa. Namun, ada juga beberapa dari dalam daerah, seperti beberapa jenis sayuran dari Sembalun Lombok Timur dan bawang merah dari Bima.
“Ternyata setelah kami ke pasar Mandalika pasar induk, ternyata di sana itu memang barang- barang datang dari luar dari Jawa dan Bali, serta lokal juga barang sudah siap,” katanya.
Kendati demikian, hal ini menurut Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB yang juga Caleg DPRRI Nomor 2 Partai Perindo ini, di tahun 2024 diharapkan bahan baku seperti sayur-sayuran itu tersedia di dalam daerah. Tentunya hal itu dapat diwujudkan salah satunya dengan cara memberikan para petani bantuan seperti pupuk dan bagaimana merawatnya.
“Karena situasi dan iklim sekarang, kami mengharapkan stok-stok semua ada. Kita harapkan juga agar harga tidak melonjak terlalu tinggi, karena potensi lokal kita ini banyak di Sembalun dan Bima kemudian di Lombok Tengah dan lainnya untuk stabilkan harga,” imbuhnya.
Selain itu, mengusulkan kepada ibu rumah tangga yang memiliki sedikit lahan di rumahnya untuk bisa dimanfaatkan dengan menanam tanaman holtikultura, sehingga bisa menstabilkan harga di pasar.
“Kalau ibu-ibu ini punya space sedikit di rumahnya bisa ikut-ikut menanam. Saya itu di atasnya ada terong ada kemangi ada cabai walaupun sedikit bisa manfaatkan pekarangan,” demikian perempuan yang lekat dipanggil BDRG ini.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button