KriminalNews

Persempit Ruang Uang Palsu, Polresta Mataram dan BI Bekali Bhabinkamtibmas

Mataran (Netlombok)- Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang wajib dijaga bersama. Menyadari krusialnya hal tersebut, Polresta Mataram bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) Mataram menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram, Jumat (03/07/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata mendongkrak literasi keuangan masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak peredaran uang palsu di wilayah hukum Polresta Mataram. Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakapolresta Mataram AKBP I Wayan Sudarmanta, jajaran Pejabat Utama Polresta Mataram, serta Manager Bank Indonesia Provinsi NTB. Menariknya, pelatihan ini secara khusus melibatkan seluruh personel Bhabinkamtibmas Polresta Mataram.

Wakapolresta Mataram, AKBP I Wayan Sudarmanta, menegaskan bahwa pelibatan Bhabinkamtibmas bukanlah tanpa alasan. Sebagai personel Polri yang berada di garda terdepan, mereka memiliki kedekatan emosional dan intensitas interaksi yang tinggi dengan warga di wilayah binaan masing-masing.

“Peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan pemahaman kepada warga binaannya sangat penting. Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka terkait peredaran mata uang Rupiah, inflasi, serta upaya pencegahan peredaran uang palsu,” ujarnya, Jumat (3/7).

Ia menambahkan, posisi strategis Bhabinkamtibmas menjadikannya ujung tombak yang efektif untuk bertransformasi sebagai agen edukasi.

“Mereka diharapkan mampu mengalirkan informasi seputar literasi keuangan demi menjaga stabilitas ekonomi mulai dari tingkat lingkungan terkecil,” imbuhnya.

Dalam sesi pelatihan, tim dari Bank Indonesia membedah tuntas esensi dari gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Materi yang disajikan tidak hanya menyentuh aspek nasionalisme Rupiah sebagai simbol kedaulatan, tetapi juga mengupas sisi makroekonomi, seperti hubungan Rupiah dengan laju inflasi, mekanisme nilai tukar mata uang, dan dampak sistemik peredaran uang palsu terhadap stabilitas ekonomi daerah.

“Tadi manager Perwakilan Bank Indonesia provinsi NTB juga mengingatkan bahwa edukasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah harus masif digulirkan. Jika masyarakat mampu mengenali uang asli dengan baik, potensi kerugian materiil akibat peredaran uang palsu yang dapat merusak tatanan ekonomi lokal dapat ditekan secara signifikan,” terangnya.

Selain bertindak sebagai edukator, para Bhabinkamtibmas usai pelatihan ini dibekali kemampuan radar yang lebih peka. Mereka diharapkan mampu mendeteksi secara dini jika ada indikasi peredaran uang palsu di lapangan, sehingga tindakan preventif dan penegakan hukum bisa dilakukan lebih cepat.

“Melalui kegiatan ini, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi penyambung informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari pengawasan terhadap potensi peredaran uang palsu di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Kolaborasi apik antara Polresta Mataram dan Bank Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga stabilitas ekonomi yang sehat dan berkelanjutan memerlukan sinergi lintas sektoral. “Melalui tangan-tangan Bhabinkamtibmas, pemahaman akan pentingnya menjaga kehormatan Rupiah kini siap ditanamkan hingga ke pintu-pintu rumah warga,” demikian. (rhs)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button