Pemkab Lombok Utara Belajar Tata Kelola Pemerintahan ke Sleman, Genjot Efisiensi Pelayanan Publik

TANJUNG (Netlombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kunjungan kerja Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Rabu (28/10/2026).
Kunjungan kerja tersebut difokuskan untuk menggali praktik baik (best practices) tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sleman. Utamanya, dalam hal meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat koordinasi kewilayahan, serta memastikan pelayanan publik yang tepat sasaran dan bebas dari birokrasi yang berbelit.
“Kita ingin pemerintahan adaptif terhadap kondisi wilayah. Tata kelola yang kita maksud adalah bagaimana memaksimalkan kinerja sekaligus meneguhkan komitmen, sehingga pelayanan kepada masyarakat benar-benar tepat sasaran dan tidak berbelit-belit,” ujar Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri.
Ia menilai, pembelajaran antardaerah semacam ini sangat krusial. Sebagai kabupaten termuda di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini telah menginjak usia ke-18 tahun, KLU masih memerlukan penguatan kapasitas aparatur secara berkelanjutan.
“Saat ini, KLU terdiri atas lima kecamatan dan 43 desa. Pada tahun 2026, pemerintah daerah juga telah melantik 26 penjabat kepala desa persiapan sebagai bagian dari penataan pemerintahan desa,” tambahnya.
Ke depan, KLU juga tengah mempersiapkan berbagai langkah pengembangan wilayah. Rencana strategis tersebut meliputi pemekaran Kecamatan Bayan menjadi dua kecamatan, serta pembentukan kecamatan khusus untuk kawasan tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air).
“Penataan wilayah kami harapkan mampu memperpendek rentang kendali pelayanan serta memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan pemerintah,” ucapnya.
Di sisi lain, Kusmalahadi memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi KLU, salah satunya angka kemiskinan yang berada di kisaran 19 persen. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa KLU memiliki modal sosial-budaya yang kuat, seperti masyarakat yang toleran serta warisan budaya Masjid Kuno Bayan yang perlu disinergikan dengan peningkatan tata kelola pemerintahan.
“Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap pertukaran pengalaman dapat menjadi referensi strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta mendorong pelayanan publik yang lebih sederhana, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan jajaran Pemkab Lombok Utara. Ia berharap pertemuan ini dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama antardaerah ke depannya.
Dalam kesempatan tersebut, Danang juga memaparkan karakteristik Kabupaten Sleman yang dinamis akibat keberadaan berbagai perguruan tinggi, yang di satu sisi menghadirkan peluang ekonomi besar, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan tersendiri dalam tata kelola pelayanan publik.
“Saya kira semua wilayah sama, pasti ada keunggulan dan kelemahannya. Kami mempersilakan rombongan KLU untuk berdiskusi lebih lanjut dengan jajaran perangkat daerah di Sleman mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan,” tutupnya. (red)



