
Lombok Barat (Netlombok)- Puluhan siswa SMKN 1 Narmada mendadak dihentikan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Narmada pada Rabu (26/8/2026) pagi. Pasalnya, para pelajar tersebut kedapatan mengendarai sepeda motor menuju sekolah tanpa mengenakan helm berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI). Razia simpatik yang dimulai sekitar pukul 06.30 WITA.
Hasilnya, petugas melayangkan 30 lembar surat teguran tertulis kepada siswa yang membandel.Tidak sekadar menindak, personel di lapangan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan helm SNI, baik bagi pengendara maupun penumpang serta mengimbau agar para siswa tidak melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya.
Kapolsek Narmada, AKP I Kadek Ariawan, menegaskan bahwa sosialisasi dan penertiban langsung di area sekolah ini merupakan upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja.
“Kami ingin adik-adik memahami pentingnya keselamatan saat berkendara. Gunakan helm SNI, patuhi aturan lalu lintas, dan jangan kebut-kebutan. Masa depan adik-adik masih panjang, mari sama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujar AKP Ariawan.
Langkah tegas namun edukatif dari kepolisian ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
Kepala SMKN 1 Narmada, Ridhan Hadi, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian jajaran Polsek Narmada terhadap keselamatan para siswanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolsek Narmada, Kanit Lantas, dan seluruh jajaran. Imbauan ini diberikan demi keselamatan siswa sendiri, bukan untuk mencari-cari kesalahan. Bapak dan ibu guru sayang pada kalian dan tidak ingin terjadi hal buruk di jalan,” tuturnya.
Kegiatan pendisiplinan yang berlangsung hingga menjelang jam masuk sekolah tersebut berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu arus lalu lintas di depan SMKN 1 Narmada. (red)



